Sebagai seorang jomblo dengan sejumlah tanggung jawab penuh tekanan, saya tahu apa artinya "penderitaan akibat stress". Sebagai seorang penulis, pembicara, kolumnis, dan penyanyi, saya sesekali merasa begitu terkoyak-koyak sehingga saya kuatir rambut saya mungkin saja sampai rontok (Hanya becanda tentunya). Namun serius, saya telah belajar bagaimana mengelola stress adalah sesuatu yang berat. Tapi saya berharap untuk membuatnya jadi mudah untuk anda.
Ketika saya merasa tertekan, itu karena ketidakseimbangan dalam kehidupan saya : terlalu banyak hal untuk dilakukan dalam waktu yang sedikit!, Jadi, sebagai seorang single, saya telah belajar bagaimana menangani diri saya seperti seorang pasangan akan memperlakukan saya. Sebagai contoh, banyak pasangan mengatakan satu sama lain ketika "cukup adalah cukup". Saya harus memasang batasan saya sendiri. Hal itu mendapatkan seni tersendiri. Sebagai cara menyelamatkan diri, kita harus mempelajarinya.
Seringkali, orang yang telah menikah memakai pernikahan untuk keuntungan mereka. Mereka akan mengatakan : "Saya tidak tahu apakah suami/istri saya ingin saya melakukan hal ini. Saya akan bicara tentang ini padanya". Kita sebagai seorang lajang tidak punya keuntungan seperti itu.Namun, coba terka? Kita punya keuntungan yang lebih gemuk daripada yang dilakukan orang yang menikah!. Kita dapat mengatakan, dengan ketulusan yang besar, bahwa kita sebagai seorang lajang secara istimewa bisa berada dekat dengan semua orang dimana saja dan kapan saja tanpa harus memikirkan bagaimana perasaan pasangan saya dan bagaimana dengan keuangan keluarga.
Saya telah mengumpulkan 10 tips untuk lajang yang mengalami stress atau tekanan. Sepanjang berkaitan masalah itu, saya memformulasi 5 tips untuk jomblo yang ingin menumbuhkan kemampuan melalui pelayanan dimana pada akhirnya akan menolong mereka menjadi pasangan yang lebih baik.
Tips Bagi Jomblo untuk Mengikis Stress
1. Menjadi seperti anak-anak! Berhenti mencoba "belagak dewasa". Kembali seperti anak-anak - seperti anak tanpa dosa dan percaya pada ALLAH dengan sepenuh hati. Jika perlu, ketika tidak ada seorangpun yang memperhatikan, mainkan kembali mainan anak-anak.
2. Lari ke tempat yang sunyi. Idealnya satu tempat yang dikelilingi dengan keindahan alam. Matikan hp, laptop, iPod dll. Hanya nikmati alam saja.
3. Corat Coret. Tingkat kemampuan tidaklah masalah. Poinnya adalah untuk mengekspresikan diri anda secara bebas. Sebagai contoh : gambarlah apa saja di karton yang lebar.
4. Lakukan sesuatu yang benar-benar menyenangkan. Jangan menunggu kencan. Untuk sejumlah orang, ini artinya menghadiri event olah raga atau pemutaran film. Pilihlah aktivitas yang menyenangkan dengan kebutuhan tanggung jawab yang paling minim.
5. Bicarakan dengan anggota keluarga atau teman. Jadilah selektif. Sejumlah orang yang tidak tepat justru menciptakan stress.
6. Berinteraksi dengan hewan peliharaan. Jika anda tidak punya hewan peliharaan, pergilah ke teman atau anggota keluarga yang memiliki hewan peliharaan, burung atau ikan hias.
7. Tolonglah orang lain yang memiliki stress lebih berat dari anda. Itu benar-benar akan meminimalkan perasaan yang dalam terhadap masalah ketika seseorang melihat orang lain dengan kesulitan yang lebih berat. Tidak perlu dengan cara yang rumit, kartu ucapan simpati atau telepon bisa dilakukan.
8. Kurangi begadang, perbanyak jam tidur. Ya, anda membaca sesuatu yang benar!. Ini pada kenyataannya menyelamatkan waktu dalam jangka panjang. Setelah semuanya, kita akan jauh lebih fokus dan energik ketika kita memiliki cukup tidur.
9. Konsumsi vitamin B-Kompleks dan Kalsium. Dua suplemen ini yang benar-benar menolong saya. Pastinya, lakukan konsultasi dengan paramedis atau dokter anda. Lalu, belilah suplemen itu di toko obat terdekat.
10. Rawat tubuh anda. Pakailah sepatu yang menunjang dan baju yang nyaman (tentunya bagus secara fashion). Lakukan peregangan badan. Lakukan pemijatan. Beli bantal yang empuk. Semuanya itu pantas untuk anda.
11. Sederhakan. Prioritaskan diri anda untuk melakukan yang ada dalam daftar. Hilangkan hal-hal yang tidak diperlukan. Cobalah untuk melihat ke belakang dan berpura-pura menjadi manajer untuk menangani semua hal.
Rabu, 30 Juli 2008
Tips Buat Para Jomblo yang stress
Diposting oleh Ian Ariaz di 04.54 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)